Pengaturan mouse

Posted by LELY TRIJAYANTI on February 27, 2013 in News |

step 1 penkom step 2 penkom step 3 penkom step 4 penkom

Pengabdian Masyarakat dalam mencapai Tujuan MDGs dalam Perspektif Gender dan Perubahan Nilai dalam Keluarga Tradisional

Posted by LELY TRIJAYANTI on February 21, 2013 in News |

MDGs adalah kesepakatan global memerangi kemiskinan dalam pembangunan kualitas hidup manusia.

Sebagai unit terkecil dalam masyarakat, keluarga memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota keluarganya yang meliputi kebutuhan fisik (makan dan minum), psikologi (disayangi diperhatikan), spiritual agama, dan sebagainya. Adapun tujuan membentuk keluarga adalah untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi anggota keluarganya, serta untuk melestarikan keturunan dan budaya suatu bangsa. Keluarga yang sejahtera diartikan sebagai keluarga yang dibentuk berdsarkan perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan fisik dan mental yang layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antar anggota keluarga, dan antar keluarga dengan masyarakat dan lingkungannya (Landis 1989; BKKBN 1992).

Menjelang 2015 pemerintah semakin gencar melaksanakan program-program untuk tercapainya Millenium Development Goals. Salah satunya adalah tercapainya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Permasalahan gender saat ini adalah masih ditemui adanya kendala  terhadap peran perempuan dalam berkontribusi pada kegiatan ekonomi dan sosial budaya masyarakat.   Belum terjadinya keseimbangan peran yang setara dan adil antara laki-laki dan perempuan berkaitan dengan budaya tradisional yang patriarki. Sebagian budaya masih menganggap perbedaan peran yang  tegas antara peran laki-laki sebgai pencari nafkah utama dan perempuan sebagai pencari nafkah tambhan/kedua atau bahkan sebagai ibu rumah tangga (Herien 2012). Dampak negatif bias gender terlihat dalam kehidupan keluarga seperti terjadinya kekerasan dalam rumah      tangga yang kasusnya lebih besar menimpa kaum perempuan dibanding laki-laki dan bias gender pengasuhan lebih menguntungkan anak laki-laki dibanding anak perempuan.

Dalam keluarga tradisional nilai yang dianut terus diturunkan ke generasi berikutnya sehingga keluarga tradisional hampir tidak tersentuh perubahan nilai sehingga tidak terjadi penyerapan nilai baru karena nilai-nilai baru dianggap akan melemahkan ikatan keluarga dan juga akan menimbulkan konflik dan akan jauh dari kata keluarga harmonis untuk mendukung ketahanan keluarga. Konflik memang dampak yang timbul dari adanya penyerapan nilai dari adanya perubahan nilai yang masuk dalam sebuah keluarga. Dalam konteks keluarga tradisional, menolaknya perubahan nilai yang masuk dalam keluarga merupakan sikap pasrah dalam membangun ketahanan keluarga karena mereka merasa cukup dengan keadaan ekonomi dan sosial mereka padahal pada kenyataannya itu jauh dari kata cukup sehingga berdampak pada masih tingginya jumlah keluarga miskin di Indonesia yang menyebabakan masih jauh tercapainya target MDGs tahun 2015.

Berdasarkan hal itu, perlu adanya perubahan nilai yang masuk dalam keluarga tradisional. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat seutuhnya dan juga pada hasil akhirnya bertujuan pembangunan nasional untuk semua, diperlukan gerakan untuk membantu keluarga yang masih bersifat tradisional untuk menuju perubahan yang lebih baik. Sebagai mahasiswa, kita dapat melakukan penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sebagai produk yang seyogianya dan dimanfa­atkan oleh masyarakat, pemberian sosialisasi tentang penerapan ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni di dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Setelah itu dapat melakukan pelatihan kepada masyarakat yang dibantu tenaga ahli dibidangnya dan melakukan pengembangan hasil atas kinerja atau usaha yang telah dilakuakn oleh masyarakat untuk menuju kehidupan yang lebih baik yang menerapkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Seyogianya perempuan dan laki-laki memegang sektor publik maupun domestik dalam membangun ketahanan keluarga yang harmonis. Hal ini menunjukkan respon aktif keluarga terhadap kesempatan yang berkembang dimasyarakat tentang bekerja, belajar dan berkeluarga di tengah-tengah masuknya perubahan nilai dalam keluarga. Dalam membangun ketahahan keluarga dibutukan keterampilan berkomunikasi antar anggota keluarga sehingga tercipta hubungan dialogis yang diharapkan jelas dalam pembagian peran dalam keluarga dan meminimalkan konflik yang terjadi.

Dengan masuknya perubahan nilai berbasis kesetaraan gender dan pemberdayaan keluarga di dalam keluarga akan berdampak baik dalam kehidupan bermasyarakat dan perempuan harus berkembang sesuai dengan keterampilan atau kemampuan yang dimiliki.

Tags: , , , ,

BINA DESA BEM KM 2013

Posted by LELY TRIJAYANTI on February 15, 2013 in Bina Desa IPB |

Bina desa BEM KM IPB adalah lembaga struktural di bawah kementrian sosial masyarakat BEM KM IPB yang bergerak di bagian pengabdian masyarakat. terdapat 6 Departeman, yaitu Pendampigan Masyrakat, Pengembangan Usaha Desa< Pengembangan Sumber Daya Anggota, Komunikasi dan Informasi, dan Public relation and fundrising serta Badan Pengurus harian. ke-6 departemen saling berkolaborasi untuk membentuk proram kerja sesuai dengan potensi dan kesiapan warga desa untuk kearah yang lebih baik. Bina Desa BEM KM IPB memiliki prinsip “karena pengabdian adalah muara juang kami”

Analisis peranan sektor agroindustri terhadap kesempatan kerja di propinsi Jawa Barat (analisis input – output)

Posted by LELY TRIJAYANTI on October 5, 2011 in News |

Samosir, Geovani H. P.

Jawa Barat merupakan propinsi yang berpenduduk besar, dengan jumlah penduduk lebih dari 39 juta jiwa. Jumlah tenaga kerja yang produktif (angkatan kerja) setiap tahun juga mengalami peningkatan yang cukup besar. Kesempatan kerja pun mengalami peningkatan. Hal ini terlihat pada penduduk yang bekerja mengalami peningkatan tiap tahunnya. Namun peningkatan ini tidak mampu menampung angkatan kerja yang besar, sehingga terjadi pengangguran terbuka. Salah satu tujuan pembangunan adalah menurunkan tingkat pengangguran , sehingga diperlukan sektor-sektor yang mampu menurunkan tingkat pengangguran.

 

http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/51017

1

Hello world!

Posted by LELY TRIJAYANTI on October 5, 2011 in News |

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Copyright © 2011-2015 Lely Trijayanti's Blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.3, from BuyNowShop.com.